Dalam rangka mempersiapkan Kurikulum Universitas Sam Ratulangi periode 2020-2025 yang sejalan dengan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi di era revolusi industri 4.0, LP3 Unsrat mengadakan kegiatan yang diberi judul: “Workshop Revisi Kurikulum di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 22 dan 23 Juli 2019 di Aula Kantor Pusat Unsrat (hari I) dan Aula Fakultas Kedokteran (hari II). Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Ir. Syamsul Arifin, MT. yang merupakan anggota Tim Ahli Kurikulum (Akademik, Vokasi, Profesi, dan LPTK) Direktorat Pembelajaran KEMENRISTEKDIKTI. 

Di hari pertama, lokakarya diawali dengan laporan resmi oleh Ketua LP3 Unsrat Dr. Ir. Max RJ Runtuwene, MSi. yang   memaparkan tahapan tahapan proses revisi kurikulum yang akan dilalui ditetapkan melalui SK Rektor pada akhir tahun 2019 nanti.   , Dalam pengarahan yang selanjutnya diberikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Grevo S. Gerung, MSc., ” Tentang keberadaan raket sebagai salah satu elemen dari proses akademik yang akan mempengaruhi kualitas lulusan sebagai output pendidikan. 

Pelaksanaan lokakarya kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen J. Kumaat, MSc. DEA. Yang dalam krisisnya sangat mendesak Unsrat untuk terus berbenah terutama di era revolusi industri 4.0, salah satunya dengan melakukan revisi kurikulum pembelajaran di program studi-program secara berkala. 

Dalam sesi sesi 1 lokakarya yang diikuti oleh unsur-unsur pimpinan yang terkait akademik (Rektor, Wakil-wakil Rektor, Ketua-ketua Lembaga, Dekan dan WD1, Direktur dan Asdir Pascasarjana, Kajur dan Korprodi / Bagian) dilaksanakan sosialisasi Pengembangan / Revisi Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0. Pada sesi 2, materi diarahkan pada Prosedur Pengembangan / Revisi Kurikulum dan Perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Peserta di sesi 2 ini adalah untuk Koordinator Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Prodi serta Tim Pendamping TPK. 

Di hari kedua, materi difokuskan pada Perumusan CPL, Capaian Pembelajaran Matakuliah (CPMK) dan Bahan Kajian; Perumusan Matakuliah, SKS dan Struktur Kurikulum; serta Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Selain ceramah, lokakarya berlangsung dengan sangat interaktif terlihat dari tingginya keaktifan peserta lokakarya dalam berdiskusi, terutama terkait dengan proses pengembangan atau implementasi implementasi kurikulum yang sudah dilakukan di Prodi masing-masing. 

Dari kesan-kesan yang disampaikan oleh peserta di akhir lokakarya dapat menunjukkan bahwa lokakarya telah berjalan dengan baik dan peserta merasakan manfaat terutama dalam memulai proses revisi di Prodi masing-masing. Selain itu, peserta berharap agar LP3 dan narasumber dapat terus melakukan pendampingan hingga selesainya proses revisi   kurikulum ini.